Manfaatkan Peluang Kerja ke Australia
Pemerintah perlu menyikapi serius terbukanya peluang penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Australia dengan serius, sehingga kebutuhan 1.000 TKI di industri pengolahan sapi di negeri Kanguru dapat terisi.
Selama ini, pemerintah dan PPTKIS terkesan enggan menempatkan TKI ke Australia, karena mereka menilai persyataran yang diminta terlalu berlebihan. Penempatan 1.000 TKI ini sebagai counter trade (imbal balik perdagangan) di mana Indonesia setiap tahunnya mendatangkan 600 ribu hewan setahun.
Jadi, amat wajar bila penangannya di Australia juga bisa melibatkan TKI,†ungkap Hilmi Rahman Ibrahim, Tenaga Profesional pada Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan TKI (BNP2TKI).
Hilmi yang ikut serta dalam perjalanan Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat ke Australia, 13 – 18 Juli lalu menyebutkan, permintaan yang disampaikan delegasi Indonesia kepada Dewan Peternakan Sapi Australia (Cattle Council Australia) di Canberra, dan Asosiasi Peternakan Sapi Australia Bagian Utara (Northern Territory Cattle Association) di Darwin sebagai sesuatu hal yang wajar.
Hilmi menganggap, langkah yang telah dilakukan yang telah dilakukan Kepala BNP2TKI Moh. Jumhur Hidayat dalam kunjungannya ke Australia, dengan mengaitkan besarnya konsumsi industry pengolahan sapi di tanah air dengan penyediaan lapangan kerja bagi TKI di Australia imerupakan terobosan awal yang perlu ditindaklanjuti segera.
Karena itu, Hilmi Rachman berjanji akan mendesak Kepala BNP2TKI agar segera bertemu dengan Dirjen Pertanian guna menindaklanjuti pemenuhan kebutuhan 1.000 orang TKI tersebut. Kalau kita terlambat, peluang ini bisa jadi akan diambilalih oleh negara Vietnam,†tutur Hilmi, seraya menambahkan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Vietnam di Australia jumlahnya sudah mencapai 5 persen dari 500 ribu TKA di Australia, Menurut Hilmi, Indonesia harus melihat negara Vietnam sebagai pesaing serius dalam penempatan TKI ke Australia.
Vietnam menurutnya, mempunyai marketing intelligence yang cukup baik dan sudah door to door menjajaki semua peluang TKA di Australia. Dalam kunjungan ke Australia selama sepekan (13-18 Juli) itu, Kepala BNP2TKI didampingi sejumlah pejabat dari Departemen Pertanian, Departemen ESDM, dan mitra kerja penempatan TKI (PPTKIS), serta pejabat BNP2TKI lainnya.
Selama di Australia, Kepala BNP2TKI menjajaki kerja sama penempatan TKI sektor formal ke Australia bidang peternakan, pendidikan, kesehatan, konstruksi, perhotelan, dan teknologi informasi.
Hilmi memerinci, 1.000 orang TKI yang bisa terserap dalam industri peternakan sapi ini akan ditempatkan di bidang peternakannya (cattle), penggemukan (fatening), dan juga pemotongannya (slaughtering house). Soal upah minimum bagi tenaga kerja asing di Australia, menutut Hilmi, negara Kanguru itu memberikan upah minimum di sekitar 3.000 dolar Australia (Rp 24 juta) per bulan.
Dengan upah yang tinggi ini sayang sekali jika Indonesia tidak memanfaatkan kesempatan penempatan 1.000 TKI di bidang peternakan, dan sektor-sektor lainnya, seperti perawat, perkebunan, konstruksi, dan lain sebagainya. “Sekarang ini memang masih terasa ada krisis. Namun tahun depan, saya yakin peluang penempatan TKI ke Australia akan terbuka lebar. Momentum itu harus kita rebut sejak awal,†harap Hilmi. *
saya inggin ke auteralia berkerja apah sajah mau tolong inponyah yah pak
saya joko,sy berkerja di japan sebagai kariyawan las dan sy setelah pulang ke indo sy inggin ke astralia. tolong inpo yg seleng kap nyah tentang kerja di autralia, atau no hp
saya ismay,bagaimana ya bisa kerja disana?persyaratan apa saja yg diperlukan?mohon infonya
Bagaimana caranya supaya saya bisa bekerja ke australia .saya tidak punya biaya /modal jangankan untuk modal ke sana untuk menghidupi anak istri pun masih kekurangan
kasih saya informasinya agar saya bisa bekerja ke australia sebelum dan sesudahnyanya saya ucapkan banyak terima kasih.( mulyana sekeluarga)
hanya berbekal niat dan keinginnan yang besar yang ada pada diri saya dan untuk merubah hidup . untuk bisa bekerja ke australia apakah harus memerlukan modal awal ? apa bisa di tanggung oleh perusahaan lalu potong gaji?
5th yang lalu saya pernah ke jepang ikut program pemagangan IMM JAPAN selama 3th saya bekerja sebagai opelator bubut onerdil khusus TOYOTA dan NISAN ,1tn yang lalu saya pernah mengikuti ujian KLPT untuk bisa berangkat ke korea tp banyak oknum yang tidak beres didalam yayasan tersebut ,dgnadanya ujian sistem paket lulus .