BNP2TKI Bentuk Jejaring Promosi Penempatan TKI Ke Luar Negeri
BNP2TKI (8/12) Guna menggenjot permintaan pasar tenaga kerja Indonesia (TKI) sektor formal semi skill dan skill di luar negeri, Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) menggelar Rapat Koordinasi Promosi yang terintegrasi bagi TKI Ke Luar Negeri atau Integrated Promotion of Indonesian Overseas Workers Coordination Meeting di Bandung, selama 3 hari, 8-10 Juli.
Rakor yang bertujuan untuk membentuk Jejaring Promosi atau Indonesian Incorporated ini mengharapkan kepada para peserta membangun media komunikasi antara instansi pembuat kebijaksanaan baik di pusat maupun daerah, penyedia tenaga kerja terampil, pengolah dan pengguna data hingga pelaku bisnis.
Rakor yang dibuka oleh Deputi Kerjasama Luar Negeri dan Promosi BNP2TKI, Endang Sulistyaningsih ini di Bandung, Minggu Malam (8/7) menghadirkan sejumlah pembicara yang membahas soal gambaran tentang promosi, siapa yang akan menjadi jejaring baik di daerah maupun di pusat, unit/institusi apa dan siapa pejabatnya dan siapa yang menjadi diaspora di Luar Negeri.
Dalam Panel Diskusi I bertajuk “Jejaring Promosi TKI” hadir pembicara yaitu Direktur Promosi BNP2TKI, Anjar Prihantoro BW, Fungsional Direktorat Asia Timur dan Pasifik (Astimpas) Kemlu, Hery Sudrajat, Ketua Asosiasi Pengusaha Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI), Rusdi Basalamah, Ketua STP Nusa Dua Bali, I Nyoman Madiun, dan Ketua Ketua Umum Asosiasi Perguruan Tinggi Informatika dan Ilmu Komputer (APTIKOM), Bambang Hariyanto.
Menurut Anjar, konsep Jejaring Promosi BNP2TKI dibangun atas dasar sinergi dengan instansi pemerintah mulai dari perwakilan luar negeri, pemerintah di daerah sebagai penyedia Calon TKI, Asosiasi Penyedia CTKI, pelaksana penempatan dan stakeholders terkait lainnya.
Tujuan promosi, kata Anjar yaitu untuk menyebarkan informasi tentang ketersiapan TKI kepada pasar target potensial, untuk dapat menaikkan pemasukan negara (Remitance) melalui diversifikasi jabatan/jobs. Upaya promosi ini juga diperluas kepada negara-negara baru di luar negara-negara yang secara tradisional seperti Timur Tengah dan Asia Pasifik, yang sudah lazim menjadi negara pelanggan penerima jasa TKI.
“Diversifikasi jabatan diarahkan untuk mendapatkan pelanggan baru (negara-negara penempatan baru),” papar Anjar.
Diakuinya, untuk mencipta TKI berkualitas tidak bisa instan dan memerlukan proses hingga ujungnya mengarah kepada suatu competency. Karena itu, diperlukan upaya strategi promosi dengan memaksimalkan sumber-sumber informasi dari kantor KBRI/KJRI ( market intelligence).
Anjar menjelaskan, melalui promosi, pemerintah pusat menjadi fasilitator bagi ketersediaan informasi yang pada akhirnya bisa dimanfaatkan oleh pengguna penempatan seperti APJATI. Selama ini, BNP2TKI sudah membangun jejaring promosi dengan mengundang agensi di negara penempatan melalui roadshow, employment business meeting, marketting intelligence ataupun seminar. Tindak lanjut dari promosi yaitu berupa demand letter atau berupa job order.
“Intinya, kita mengajak seluruh stakeholders agar information demand menjadi real demand (job order),” harapnya.
Anjar mengungkapkan, dari Rakor Integrated Promotion ini diharapkan ada visi dan misi yang sama, langkah bersama untuk membangun jejaring promosi ke luar negeri. Dari situ, diharapkan promosi harus bisa menggeser melalui kurvey demand ke kanan, melalui diversifikasi produk dan permintaan dari luar negeri akan bergerak.
Keterbatasan supply, kata Anjar, memang masalah di satu sisi. Karena itu, soal target penempatan, pemerintah akan menetapkan target yang ingin dicapai melalui kesepakatan bersama. Tujuannya agar ada tanggungjawab bersama dari seluruh stakeholder terkait penempatan TKI mulai dari instansi pemerintah dan swasta. Senada dengan Anjar, Ketua Sekolah Tinggi Pariwisata Nusa Dua Bali, I Nyoman Madiun M.Sc mengakui sangat sulit mempertemukan Labour Demand dan Labour Supply diantara pelaku-pelaku pembeli (users) dan penjual (APJATI). Setelah ada penempatan, tentu langkah-langkah antisipasi terkait menjaga kepuasan pengguna jasa TKI perlu dilakukan.
“Tujuan dari pemasaran yaitu memuaskan semua orang-orang yang terlibat dari pemasaran itu sendiri, mereka mulai dari TKI hingga penggunanya. It’s not easy,” katanya. Karena itu, kata Nyoman, kita memerlukan strategi pemasaran (mix marketting), produknya harus diperhatikan sungguh-sungguh, TKI, jasanya harus kita perhatikan. Kedua, promosi hanya dilakukan ketika sudah siap. Ketiga, pricing atau gaji yang akan diterima dan ini bagian yang paling penting. Dan yang terakhir yaitu penempatannya (placing). “Pomosi adalah janji dan jika belum siap jangan dilakukan,” harapnya
What a niffty idea!! This could well be best for my mom! Thanks!!
ZgZ9Z7 I cannot thank you enough for the blog post.Really looking forward to read more. Want more.