Kualitas Calon TKI Harus Bebas Dari AIDS

BNP2TKI, Rabu (2/11) – Kualitas Calon TKI/ TKI amat ditentukan oleh pemeriksaan kesehatannya apalagi hampir semua negara tujuan penempatan TKI mensyaratkan bebas dari penyakit berbahaya termasuk HIV/AIDS.

Karena itu, semua CTKI/TKI yang akan bekerja di luar negeri wajib memeriksakan kesehatannya di 131 Sarana Kesehatan yang ditetapkan pemerintah dan tersebar di seluruh Indonesia.
Terkait sosialisasi pencegahan penyebaran AIDS di kalangan TKI, Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat akan mencanangkan kegiatan Aksi ” Say No To HIV/AIDS” kepada Calon TKI/TKI di halaman Kantor BP3TKI Semarang, Jawa Tengah, Jumat (4/11).

Ditemui di kantornya, Rabu (2/11), Kasubdit Pelayanan Kesehatan TKI BNP2TKI drg Elia Rosalina Afif mengatakan BNP2TKI memandang penting kegiatan pencanangan Hari AIDS Se-dunia (HAS). Pasalnya, setiap CTKI/ TKI yang akan berangkat harus mendapat pemeriksaan kesehatan yang baik. Di dalamnya termasuk pemberian informasi dan bantuan atas penyalahgunaan yang dialami oleh tenaga kerja dan resiko atas infeksi HIV.

Sebelumnya, BP3TKI Semarang sudah melakukan rangkaian kegiatan Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh pada tanggal 1 Desember sejak bulan Agustus hingga November. Kegiatan itu berupa sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS, konseling, hiburan dan pemberian door prize.

Elin memahamai bahwa migrasi sendiri tidak memiliki resiko langsung terhadap risiko terinfeksi HIV, namun kondisi yang tidak aman membuat TKI yang berimigras rentan dan dapat beresiko terinfeksi HIV/AIDS mengingat banyak TKI yang bekerja keluar negeri.

Dijelaskan Elin, penyebaran virus HIV/AIDS masih jadi masalah serius di kalangan pekerja migran. Karena itu, sebelum bekerja di luar negeri, setiap calon Tenaga Kerja Indonesia (TKI) mendapat pembekalan yang cukup terkait soal HIV/AIDS.

BNP2TKI, kata Elin, setiap bulannya pemerintah menempatakan 50-60 ribu TKI ke seluruh negara penempatan. Sebelum diberangkatan, setiap TKI diberi penjelasan tentang bahaya penularaan HIV/AIDS pada materi Pembekalan Akhir Pemberangktan (PAP). Materi tentang HIV/AIDS ini ada pada buku saku yang diberikan kepada setiap TKI.

“Sosialisasi bahaya HIV/AID juga disampaikan dalam bentuk visual kepada Calon TKI maupun TKI,” tambah Elin.

“Pemberian edukasi bagi pe­kerja Indonesia sangat penting diberikan, mengingat masih ba­nyak pekerja yang tidak mema­hami bahaya penyakit itu bagi kesehatan,” terang Elin.

Ia menambahkan bagi TKI yang baru kembali ke tanah air sosialisasi tentang bahaya penularan virus ini juga bisa dilakukan. Termasuk, di setiap kantong-kantong TKI sosialiasi bahaya penyebaran HIV/AID harus digalakkan.

“Saya mengajak seluruh pihak yang terkait penempatan TKI baik instansi pemerintah, swasta dan civil society agar bersama-sama ikut menanggulangi permasalahan penyebaran virus HIV/AIDS yang menimpa TKI,” gugah Elin.

Tahun 2012, lanjut Elin dengan adanya Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2011 tentang Pemeriksaan Kesehatan dan Psikologi Calon TKI, BNP2TKI akan mengagendakan pemeriksaan HIV/AIDS bagi TKI yang baru tiba di tanah air.



Baca Juga :


Comments are closed.