BNP2TKI – Depnaker Rebutan Pulangkan TKI Tewas
Pemulangan jenazah tujuh orang TKI korban runtuhnya bekas gedung supermarket Jaya di Petaling Jaya Selangor Malaysia menjadi rebutan Depnakertrans dan BNP2TKI.
Kedua lembaga tersebut sama-sama mengirimkan utusan khusus, untuk menangani pemulangan korban. “Kami langsung meluncur ke Malaysia begitu mendengar ada TKI menjadi korban reruntuhan Mal di Malaysia, dan Jum’at (31/5) siang kami sudah berada di Rumah Sakit Universiti Malaya (UMMC) tempat jenazah dan korban dirawat,†jelas Anjar Prihantoro, Direktur Perlindungan Kawasan Asia Fasifik, Amerika dan Eropa BNP2TKI, yang diutus Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat menjenguk langsung kondisi TKI korban reruntuhan Mall di Malaysia.
Sebelumnya, Menakertrans Erman Soeparn juga mengirim tim dengan tujuan yang sama. Dijadwalkan jenazah TKI tersbeut tiba di Surabaya 2 Juni.
Menurut Anjar, data dari RS UMMC terdapat 7 orang yang meninggal. Dua jenazah yang masih utuh yaitu Mohamad Maskur, TKI asal dari Dusun Gayam , Desa Sidomulyo, RT 03 RW 01, Kecamatan Kebon Agung, Kabupaten Pacitan. Sedangkan Anwarudin adalah TKI asal Blitar, Jawa Timur. “Dua korban lainnya yang meninggal adalah Ahmad Suki Bin Nahru, TKI asal Sampang, Madura.
Sedangkan korban lainnya belum dapat dikenali karena berbentuk potongan-potongan. Pihak keluarga Mohamad Maskur sudah dihubungi melalui sepupu Almarhum,†kata Anjar Anjar mengatakan BNP2TKI telah siap membiayai kepulangan jenazah dan para korban hingga ke daerah asalnya. “Setelah semua korban dapat teridentifikasi, BNP2TKI akan segera memulangkannya. Semuanya biaya pemulangan akan ditanggung oleh BNP2TKI,†jelas Anjar.
Ditambahkan Anjar, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Blitar dan Pacitan dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindugan Tenaga Kerja Indonesia (P4TKI) Surabaya, Jawa Timur, pagi tadi telah dihubungi agar tetap siaga mengingat korban meninggal berasal dari daerahnya. “Dua jenazah segera diselesaikan administrasinya oleh polisi, Rumah Sakit dan KBRI. Senin (1/6) ini ada pertemuan sub kontraktor dengan KBRI untuk membicarakan hak-hak TKI yang menjadi korban karena tertimpa reruntuhan bangunan itu. Sedangkan untuk biaya pemulangan jenazah belum ditentukan, kemungkinan besok akan diputuskan,†sambungnya.
Sementara itu, Kasi Penempatan Kerja Dalam dan Luar Negeri pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Cilacap, Sutiknyo mendga seorang TKI asal Cilacap, Fauzan menjadi salah satu korban reruntuhan bangunan Supermarket Jaya di Petaling Jaya, Malaysia. Ia menerima pesan singkat dari Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur mengenai dugaan tersebut. Dalam pesan singkat itu, katanya, disebutkan ada salah satu jenazah korban reruntuhan yang diduga sebagai Fauzan. “Namun hingga saat ini kami belum menerima kepastiannya, apakah benar jenazah tersebut Fauzan atau bukan,” katanya.
Sementara itu Atase Tenaga Kerja KBRI Kuala Lumpur, Teguh Hendro Cahyono, saat dihubungi membenarkan adanya dugaan tersebut. “Memang dari sepatu, bentuk rambut, dan beberapa perlengkapan yang digunakan korban, jenazah itu dikenali sebagai Fauzan. Namun setelah keluarganya mencoba mengidentifikasi, mereka menyatakan bahwa korban tersebut bukan sebagai Fauzan,” katanya. Ia mengatakan, kemungkinan korban bernama Fendi (rekan Fauzan) yang berasal dari Kebumen. Meski demikian, kata dia, untuk mengetahui identitas korban, KBRI melakukan tes DNA terhadap jenazah tersebut.
“Hari ini sedang dilakukan tes untuk mengetahui identitas korban,” katanya. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti alamat Fendi di Kebumen maupun alamat Fauzan di Cilacap, yang diduga sebagai salah satu korban reruntuhan bangunan pusat perbelanjaan tersebut.
Gedung yang runtuh tersebut bekas mal atau supermarket yang sudah berusia 10 tahun. Gedung itu sedang dalam proses dirobohkan tapi kemudian runtuh tanpa diketahui penyebabnya. Gedung itu beralamat di Sekyen 14 Petaling Jaya. Gedung itu adalah bangunan kosong yang menurut rencana akan dirobohkan sekitar pukul 18.00, Kamis (28/5). *